Daftar Permainan Tradisional Sunda yang Seru dan Menyenangkan! Di daerah Jawa Barat begitu banyak permainan yang dimainkan sebelum adanya gadget. Permainan yang diwariskan oleh nenek moyang para leluhur sunda disebut permainan tradisional. Permainan tradisional tersebut juga biasa dimainkan di pekarangan rumah yang luas atau lapangan.

Dahulu lahan-lahan kosong masih banyak ditemukan bahkan di kota sekalipun, mungkin sekarang kalau ingin bermain permainan tradisional harus mencari lahan yang luas. Pada saat sebelum teknologi yang semakin canggih, anak-anak akan lebih senang bermain di luar rumah serta berkumpul bersama teman-temannya.

Permainan Tradisional

Permainan tradisional Sunda harus dimainkan secara bersama-sama, maka dari itu anak-anak akan berkumpul di satu lapangan atau pekarangan rumah. Kemudian setelah dirasa cukup orang, barulah mereka akan bermain permainan yang mereka telah sepakati sebelumnya.

Seiring berkembangnya teknologi, banyak pihak programmer yang membuat sarana permainan secara online. Tetapi dengan bermain online anak-anak akan dibatasi dan terbelenggu. Pasalnya saat anak bermain permainan online akan ada banyak hal yang mereka lupakan.

Maka, lestarikanlah budaya permainan tradisional agar kalian dan penerus kalian tidak melulu menjadi anti sosial. Bangunlah interaksi sosial, dengan cara bermain permainan yang telah ditinggalkan nenek moyang untuk kita. Begitu banyak permainan sunda yang dapat di mainkan masyarakat Jawa Barat, di antaranya:

  • Cingciripit

Cing ciripit

Permainan pertama yang berasal dari Sunda adalah permainan cingciripit. Cingciripit sendiri sebenarnya bukan asli permainan tetapi cingciripit ini selalu mengawali permainan yang akan dimainkan. Biasanya sebelum bermain ucing-ucingan atau kucing-kucingan, terlebih dahulu memainkan cingciripit untuk mengetahui siapa yang jaga.

Caranya cukup menyanyikan lagu cingciripit yang sudah menjadi ciri khas dari permainan tradisional Sunda yang satu ini. Pada saat menyanyikan lagu semua anak meletakkan jarinya di satu telapak tangan dan ketika lagunya selesai maka, telapak tangan akan mengatup dan menangkap jari seseorang yang akan menjadi kucingnya atau yang jaganya.

  • Oray-Orayan

permainan tradisional jadul

Oray-orayan termasuk game tradisional khas Sunda, yang biasa di mainkan oleh banyak anak. Dengan cara memainkannya adalah dua orang berpegangan tangan, hingga membentuk seperti gerbang atau portal. Kedua orang tersebut memilih nama yang satu bulan dan yang satu bintang, mereka yang menentukan akan memakai nama yang mana.

Nama yang dipilih di rahasiakan dari orang lain, agar permainan berjalan secara adil tidak ada unsur pilih-pilih. Kemudian sisa pemain berjajar, sambil berpegangan pundak teman di depannya lalu berjalan maju memasuki gerbang, dengan di iringi dengan lagu dari permainan oray-orayan.

Ketika lagu selesai maka kedua orang yang menjadi gerbang, menangkap teman yang melewati gerbang. Kemudian memberikan pertanyaan memilih bintang atau bulan, tetapi memberikan pertanyaannya jauh dari pemain permainan tradisional oray-orayan yang lain.

Sampai orang terakhir yang tertangkap untuk memilih bulan dan bintang, kemudian akan dilanjutkan dengan beradu kekuatan saling mencuri orang di tim lawan. Tetapi adapula yang mengakhiri dengan pertarungan tarik menarik, seperti tarik tambang tapi tidak menggunakan tambang.

  • Boy-Boyan

boyan boyan

Permainan tradisional selanjutnya adalah boy-boyan, di mana cara memainkannya dengan menggunakan bola kasti atau bola mainan anak yang kecil. Selain menggunakan bola, permainan ini juga membutuhkan pecahan genteng sampai 15 buah. Permainan ini dimainkan oleh 2 tim, tim satu sebagai pelempar bola tim kedua sebagai penjaga tumpukan genteng.

Cara memainkan permainan ini adalah tim satu harus meruntuhkan tumpukan genteng yang dijaga tim lawan, jika bola dapat meruntuhkan genteng maka tim penjaga harus mengejar tim pertama. Jika tim pertama berhasil menyusun genteng di tempat semula maka, tim pertahanan akan kalah.

  • Galah Asin

galah asin

Permainan satu ini adalah permainan yang dimainkan oleh 2 tim, permainan tradisional ini biasanya dimainkan di halaman yang luas serta diberi garis-garis. Pemain harus berlari melewati tim lawan yang berjaga di setiap garis, tanpa harus tersentuh sedikit pun.

Jika salah satu pemain tersentuh oleh lawan, maka semua anggota akan gugur dan bergantian menjaga tempat agar tidak di terobos lawan. Permainan ini cukup menarik untuk anak usia 7 tahun ke atas, dengan adanya permainan ini akan menjadikan anak-anak dapat menjalin kerja sama.

  • Permainan Bentengan

permainan bentengan

Salah satu permainan tradisional Sunda adalah bentengan yang ketika memainkannya dibutuhkan kecepatan, strategi dan juga ketangkasan. Tak luput juga kerja sama antar kelompok yang harus dilakukan. Permainan ini dibagi menjadi 2 kelompok, setiap pemain harus menghindari kejaran lawan. Arena yang dapat diputari saat berlari menghindari lawan sudah ditentukan.

Kedua tim juga memilih tempat untuk di jadikan objek atau media, entah itu pohon, batubata, tiang listrik dan lain sebagainya yang dapat dijadikan sebagai media. Apabila kamu menyentuh lawan, maka kamu harus berteriak ‘benteng’ sehingga kemenangan bisa terjadi.

  • Anjang-anjangan

Game tradisional berikutnya yang akan dibahas adalah permainan anjang-anjangan, permainan yang biasa dimainkan oleh anak berumur 4 tahun ke atas. Anjang-anjangan merupakan permainan yang meniru kehidupan rumah tangga seseorang, dengan fantasi yang dimiliki oleh pemikiran anak-anak.

Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan dan laki-laki, peran anak laki-laki biasanya menjadi seorang ayah dan lain sebagainya. Banyak peran yang dimainkan dalam permainan anjang-anjangan selain ayah, ada peran ibu, anak, kakak, adik, dokter, perawat dan lain sebagainnya.

Dalam permainan tradisional ini biasanya ada sesosok peran utama, yang berperan sebagai sutradara yang mengatur jalan cerita yang dimainkannya. Seolah-olah memang kehidupan rumah tangga nantibakan seperti itu nantinya.

  • Ucing Sumput

ucing samput

Ucing sumput atau bisa dibilang juga petak umpet, permainan yang mungkin sempat dimainkan oleh setiap orang sebelum zaman gadget. Permainan yang dimainkan oleh beberapa orang, dengan salah satu penjadi orang yang menjaga dan lainnya ngumpet. Sang penjaga harus mencari orang yang bersembunyi, biasanya kalo di di Jawa Barat saat menemukan seseorang, anak yang menjaga akan berteriak “dua lima” itu sudah menjadi tradisi.

  • Hahayaman

Hahayaman adalah permainan tradisional yang di mana, ada satu orang yang berperan menjadi hayam atau ayam dan ada yang berperan menjadi musang. Tetapi teman-teman yang lain membentuk lingkaran dengan saling berpegangan, sang musang harus menangkap ayam sampai tertangkap.

Ketika ayam berada di tengah lingkaran yang dibuta oleh tangan temannya, temannya akan langsung menutup tangannya kebawah agar misang tidak ikut masuk kedalam. Jika ayam tertangkap, maka permainan akan selesai atau sang musang menyerah maka akan di undi pemain lainnya.

  • Ucing – ucingan

Ucing-ucingan adalah salah satu permainan anak tradisional di mana ada satu orang yang menjadi ucing atau orang yang harus mengejar orang lain agar dia tidak menjadi ucing lagi. Biasanya kalo dalam bahasa sunda disebut Ucing Udag. Permaianan ini juga diawali dengan cingciripit, hompimpah atau suit untuk menentukan siapa yang jadi ucingnya.

Sekian yang dapat saya sampaikan mengenai permainan tradisional Sunda. Semoga bermanfaat serta dapat memperluas pengetahuan kamu mengenai permainan tradisional Sunda.